Masalah iklim mewariskan dampak terbesar bagi anak muda. Namun alih-alih diliputi kecemasan perubahan iklim (climate anxiety), gelombang baru generasi Z dan Milenial mulai melahirkan ide solutif tajam yang sebelumnya luput dari pandangan industri energi raksasa konvensional.
Melalui pelaksanaan Youth Green Hackathon 2025 di wilayah eksperimentasi Pagerjurang, Boyolali, Aither bersama ribuan pendaftar telah membuktikan betapa masifnya antusiasme generasi hijau ini.
Dalam waktu 6 hari inkubasi lapangan langsung, gagasan mentah berubah menjadi portotipe aksi. Mulai dari sistem reforestasi pintar berskala sensor cerdas, IoT pelacak mutasi cuaca untuk komoditas desa, hingga penyesuaian purifikasi udara ekonomis untuk sekolah-sekolah di pinggiran akses listrik. Pemuda bukan hanya audiens masa depan, mereka adalah akselerator utama perubahan iklim saat ini.

