Banyak warga perkotaan merasa lega saat melangkah masuk ke ruangan kantor berpendingin sentral (AC), melarikan diri dari langit hitam penuh asap knalpot dan PM2.5 pabrik di luar. Namun faktanya, badan perlindungan lingkungan mensinyalir bahwa Udara Dalam Ruangan (Indoor Air Pollution) terkadang 2 hingga 5 kali lebih beracun dari luar ruangan.
Mengapa? Karena sistem AC standar tidak menyaring racun dan tidak mereduksi emisi karbon. Ia hanya mendinginkan dan mensirkulasikan udara yang sama berulang kali secara spartan. Segala alergen debu mati, bakteri, hingga VOC dari karpet terjebak kuat-kuat.
Dibanding menggunakan Purifier saringan HEPA yang hanya menangkap kotoran padat, instalasi Pemurni Udara berbasis bioteknologi memutar baliknya secara kimiawi: Gas rumah kaca jahat diserap sel mikroskopis (dikonsumsi layaknya ‘pupuk’), lalu menyemprotkan 100% molekul Oksigen baru. Inilah diferensiasi masif inovasi Aither Indonesia.

